Twitter

Archive for Juni 2013

tubuh yang mendeteksi cahaya. Bagian-bagian pada organ mata, bekerja sama menghantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat dicerna oleh sistem saraf. 

Meski merupakan orang yang rentan mengalami gangguan, sebenarnya mata terdesain sangat aman dan terlindungi. Mata terletak dalam cekungan pada tulang tengkorak. Kelopak melindungimata di bagian depan. Bulu mata menangkap banyak partikel, yang bisa masuk ke mata. Secaraotomatis, mata mengedip rata-rata tiap 6 detik, sehingga kotoran di mata tercuci oleh air mata. Sebagai perlindungan lebih jauh, kelopak mata secara otomatis menutup, saat ada benda mendekat kea rah mata.

Katarak, sebagai penyakit mata yang banyak menyerang manusia pada usia di atas 65 tahun dengan terlihat dari gejala penglihatan yang berkabut, silau, bila dilihat dengan bantuan cahaya pada pupil akan terlihat keruh. Gangguan mata yang banyak terjadi di Indonesia ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain, karena regenerative atau faktor usia, terganggunya metabolism tubuh akibat penyakit berkepanjangan, bawaan lahir atau bahkan keracunan. Walaupun masih dapat diobati, namun katarak merupakan penyebab utama kebutaan di dunia.

Pada awal serangan, penderita katarak merasa gatal-gatal pada mata, air matanya mudah keluar, pada malam hari penglihatan terganggu, dan tidak bisa menahan silau sinar matahari atau sinar lampu. Selanjutnya penderita akan melihat selaput seperti awan di depan penglihatannya. Awan yang menutupi lensa mata tersebut akhirnya semakin merapat dan menutup seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan penglihatannya.

Katarak dibagi memjadi beberapa jenis yaitu:

Katarak Senilis (Ketuaan), yaitu katarak yang timbul setelah umur 40 tahun, proses pasti belum diketahui, diduga karena ketuaan.

Katarak Kongenital, yaitu katarak yang timbul sejak dalam kandungan atau timbul setelah dilahirkan, umumnya disebabkan karena adanya infeksi, dan kelainan metabolisme pada saat pembentukan janin. Katarak Kongenital yang sering timbul karena infeksi saat ibu mengandung, terutama pada kehamilan 3 bulan pertama.

Katarak Traumatika, yaitu katarak yang dapat menyerang semua umur, biasanya karena pasca trauma baik tajam maupun tumpul pada mata terutama mengenai lensa.

Katarak Komplikata, adalah katarak yang timbul pasca infeksi mata. Katarak berkembang lambat namun potensial menjadi kebutaan jika tidak segera diobati. Penderita tidak menyadari gejala gangguan katarak, karena prosesnya yang berlangsung berangsur-angsur sampai daya penglihatan baru terasa pengaruhnya setelah katarak ini berkembang sekitar 3-5 tahun. Maka dari itu, penderita biasanya baru menyadari setelah memasuki stadium kritis. Satu-satunya pengobatan adalah melalui pembedahan, yaitu pengambilan lensa keruh. 

Penggantian lensa ada dua cara yaitu:

1. Penderita setelah dioperasi diberi kacamata atau lensa kontak positif kurang lebih 10 dioptri.
2. Penderita dipasang lensa tanam bersamaan waktu dilakukan operasi, keuntungannya adalah penderita setelah operasi penderita langsung dapat melihat jelas, tidak perlu memakai kacamata sangat tebal, lapang pandang penderita tetap luas dan distorsi sinar dapat dihilangkan.

Jajan di jajanan jalanan sepertinya sudah menjadi trend anak sejak dulu. Walaupun sudah diberi bekal dari rumah, si Kecil kadang membeli jajanan jalanan terbawa dan tersugesti dari teman-teman. Untuk hal yang satu ini ada baiknya orangtua memberi perhatian extra budaya jajan tak sehat tersebut.
Tiada bekal apalagi akan menjadi alasan utama anak yang merasa kelaparan di sekolah. Pola hidup orangtua akan mempengaruhi kebiasaan si Kecil. Contoh: Orangtua yang tidak menyiapkan bekal karena terburu-terburu serta ketergesaan lagin di pagi hari. Orangtua harus lebih arif dan bijaksana dalam mengelola makanan anak sehingga jajan di luar rumah dapat dikesampingkan. Bila hendak jajan, setidaknya pilihlah penganan yang layak harga, ada jaminan higienisnya, bahkan lebih baik lagi menyiapkannya di rumah.
Bahaya kandungan jajanan jalanan antara lain:
Air mentah, beberapa penjual minuman segar seperti dawet, cendol, sirup dsb tak semuanya menggunakan air matang untuk dagangannya. Hal ini karena harga bahan bakar  yang tinggi yang tidak menutup untuk harga penjualan. Padahal ini sangat bahaya, minimal diare dapat menyerang si Kecil.
Pemanis dan pewarna buatan, jelly dan permen-permen ataupun kue-kue kecil yang djajakan di lingkungan sekolah tak layak bagi kesehatan. Gula dan pewarna buatan memiliki harga yang cukup jauh dengan gula alami. Padahal jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, para ahli menyatakan dapat mengganggu sirkulasi darah, hiperaktif, kanker hingga gangguan mental.
Bahan narkoba, belakangan ini ada kasus yang menyatakan seorang penjaja makananyang menawarkan perme yang dibubuhi narkoba. Si Kecil bisa kecanduan dan menjadi budak narkoba dalam masa depannya.
Kemasan Plastik, hamper semua bahan makanan anak-anak di sekolah dikemas dalam plastik. Pembungkus gorengan, pembungkus es, dll. Padahal tidak semua plastik ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Bahan plastik yang terbuat dari campuran bahan kimia ini bisa memberikan andil penyakit kemudian hari.
Trik mengantisipasi budaya jajan jalanan:

  1. Ajak bicara dan ber pengertian tentang bahaya penganan di luar rumah
  2. Jadwalkan waktu yang regular agar anak bisa sarapan di rumah.
  3. Jika memungkinkan, beri anak bekal makanan dan minuman dari rumah untuk mengantisipasi rasa lapar si Kecil.
  4. Mengolah makanan secara kreatif dan variatif.
  5. Meberi uang jajan tidak berlebihan dan mensugesti untuk menabung.
Sumber: infosehat.com

       Penekanan pada penampilan fisik sejak dini lekat dengan kehidupan anak-anak perempuan. Bentuk tubuh sempurna Barbie sudah menjadi standar yang dianggap cantik oleh anak perempuan.

Ternyata, mengutamakan penampilan fisik tak hanya dominasi kaum hawa. Remaja pria pun semakin banyak yang mengalami gangguan pola makan demi tubuh sempurna.

The National Eating Disorder Association AS melaporkan bahwa satu juta kaum adam menderita gangguan makan. Tetapi hanya 10 persen dari mereka yang mencari pengobatan.

Tekanan keluarga, sosial, dan tekanan dari teman merupakan faktor yang dapat menyebabkan kebiasaan makan yang tidak sehat pada pria. Sebagian remaja pria ingin berusaha tampil seperti karakter action figure dengan tubuh berotot, atletis, dan menarik.

Beberapa peneliti percaya bahwa action figure seperti G.I. Joe, mempromosikan fisik yang terlalu berotot, sesuatu yang erat berhubungan dengan maskulinitas tinggi. Beberapa olahraga, seperti senam dan menyelam, juga mengharapkan tipe tubuh tertentu.

Penelitian menunjukkan bahwa hal tersebut menyebabkan banyak remaja mengonsumsi suplemen, demi memperbaiki masalah internal mereka: ketidakpuasan pada tubuh. Mereka juga berolahraga secara berlebihan dan terlibat perilaku maladaptif lainnya untuk mengelola berat badan, termasuk membatasi makan, dan pesta minuman keras.

Penggunaan suplemen makanan dan diet kerap dilakukan. Namun, banyak yang tidak mempertimbangkan dampak bahaya dari kebiasaan tersebut. Antara lain kenaikan berat badan yang berhubungan dengan retensi air, kram otot, dehidrasi, muntah, pusing, dan diare. Dalam kasus ekstrim, suplemen juga dapat menyebabkan gagal ginjal.

Sebuah kasus di AS menyebutkan seorang remaja harus menjalani transplantasi ginjal karena mengasup suplemen protein dan kreatin secara berlebihan.

Namun, tidak berarti semua suplemen itu buruk. Hanya, mengingat efek sampingnya yang cukup serius, perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil keputusan untuk mengonsumsinya.

Sama seperti stigma yang melekat dengan wanita dan gangguan makan, para pria juga mesti waspada. Banyak pria merasa sangat sulit mencari bantuan karena mereka merasa tidak nyaman, malu, atau risih jika orang tahu mereka mengidap gangguan makan.

Dalam masyarakat, pria selalu diharapkan untuk menjadi yang terkuat, mereka mungkin merasa lemah untuk mengakui bahwa mereka memiliki penyakit. Padahal, rasa malu dapat menghalangi mereka dari mencari bantuan. Medis dan psikiatris juga harus berperan dalam membantu gangguan makan pada laki-laki.